Di grup chat
Meja untuk Delapan Orang, Hari Sabtu
Grup itu bernama Reuni??? dan sudah berjalan empat hari. Retno menggulirnya di dalam bus menuju rumah. Senin: "kita harus bikin sesuatu nih." Selasa: sebelas pesan tentang apakah masakan Padang terlalu berat. Rabu: foto anjing milik entah siapa. Hari ini Okta menulis, "Jujur aku hari apa aja bisa, ikut maunya semua," sehingga genaplah enam orang yang ikut maunya semua.
Retno turun satu halte lebih awal supaya bisa mengetik sambil berjalan. Ia membuat jajak pendapat dengan dua tanggal dan menulis di bawahnya, "Pemilihan ditutup malam ini jam sembilan. Suara terbanyak menang. Aku yang pesan tempat." Pukul 20.30 lima orang sudah memilih tanggal 14. Feby belum memilih. Pukul 21.01 Retno menelepon rumah makan Sunda di tepi sungai, yang nasi liwetnya terkenal itu, dan memesan meja untuk delapan orang pukul 19.30. Lalu ia mengumumkan: "Beres. Sabtu tanggal 14, jam 19.30, meja atas namaku. Kabari paling lambat Kamis kalau batal, mereka butuh jumlah pastinya." Semuanya makan waktu sebelas menit. Ia tidak mengerti kenapa tadi perlu empat hari.
Jempol, gambar hati, "kamu penyelamat kami". Lalu Feby: "Siap, Bos." Dan wajah yang memberi hormat. Retno berhenti di trotoar. Itu bercanda. Barangkali itu bercanda. Tetapi Feby juga belum memilih, dan sekarang mendapat hari Sabtu yang bukan pilihannya. Retno mulai mengetik, "Harus ada yang ngerjain," yang memang tepat, lalu memandanginya. Ia teringat reuni terakhir, ketika Feby pulang lebih dulu dan tidak ada yang bertanya kenapa.
Ia menghapus baris itu dan menulis langsung kepada Feby: "Tanggal 14 beneran bisa buat kamu? Kamu belum milih. Kalau Sabtu susah, mending aku tahu sekarang daripada Kamis." Bunyinya masih agak seperti pemeriksaan. Ia mengirimnya juga. "Sabtu bisa kok," jawab Feby. "Aku cuma capek kalau rencana itu selalu tahu-tahu sudah jadi. Tapi aku sendiri juga nggak bakal pernah mesan tempatnya, jadi ya. Makasih."
"Kalau begitu kamu yang pilih habis makan kita ke mana," tulis Retno. "Bagian itu aku nggak ikut ngatur." Ia sungguh-sungguh. Ia juga membuat catatan pribadi untuk mengecek hari Jumat apakah Feby sudah memilih tempat.