MBTI vs Big Five: apa yang diukur masing-masing tes dan di mana letak kesamaannya
Diterbitkan pada 7 Oktober 2026Diperbarui 25 Oktober 2026
Oleh DaonLabs
MBTI dan Big Five banyak beririsan: empat dari lima sifat Big Five sesuai dengan empat pasangan huruf MBTI. Perbedaan utamanya, MBTI tidak mencakup neurotisisme, yakni kecenderungan mudah cemas, dan MBTI membagi tiap skala menjadi dua tipe alih-alih melaporkan skor.
Coba isi dua kuesioner kepribadian dalam satu malam. Yang pertama memberimu empat huruf dan satu halaman yang terasa seperti sketsa karakter. Yang kedua memberimu lima angka, dan salah satunya bilang kamu lebih sering khawatir daripada tujuh puluh persen orang.
Tebak mana yang akhirnya dicetak di cangkir kopi.
MBTI dan Big Five adalah dua kerangka kerja yang paling sering ditemui orang, dan biasanya disajikan sebagai saingan: yang populer dan yang ilmiah. Cara pandang itu menutupi fakta yang lebih berguna: sebagian besar yang digambarkan keduanya sama. Bedanya ada pada cara keduanya mengolah hasil ukur, dan pada satu dimensi yang sengaja dibuang oleh empat huruf itu.
Yang satu berawal dari buku, yang lain dari kamus
MBTI dimulai dengan sebuah teori. Carl Jung mendeskripsikan serangkaian tipe psikologis pada tahun 1921, dan Katharine Briggs serta Isabel Briggs Myers membuat kuesioner untuk mengelompokkan orang ke dalamnya. Kategorinya datang lebih dulu dan pertanyaannya ditulis agar sesuai. Siapa yang menciptakan MBTI menceritakan kisah itu.
Big Five berjalan ke arah sebaliknya. Tidak ada yang mengusulkan lima sifat lalu mencarinya. Pada tahun 1936 Gordon Allport dan Henry Odbert memeriksa kamus lengkap dan mengumpulkan kata-kata bahasa Inggris untuk menggambarkan seseorang, dengan alasan bahwa setiap perbedaan penting antarmanusia pasti sudah punya sebutan dalam bahasa. Peneliti kemudian meminta orang menilai diri mereka sendiri dan satu sama lain dengan kata-kata itu, lalu mengajukan pertanyaan statistik: sifat mana yang cenderung muncul bersamaan?
Lima kelompok terus muncul. Ernest Tupes dan Raymond Christal melaporkannya dalam laporan teknis Angkatan Udara tahun 1961, Lewis Goldberg memberi mereka nama Big Five pada tahun 1981, dan pada tahun 1985 Paul Costa dan Robert McCrae menerbitkan NEO Personality Inventory, sebuah kuesioner yang dibuat untuk mengukurnya. Kelima sifat itu adalah keterbukaan terhadap pengalaman, kehati-hatian, ekstraversi, keramahan, dan neurotisisme.
Jadi satu kerangka kerja adalah teori yang kemudian diberi tes. Yang lain adalah pola dalam data yang kemudian diberi nama. Perbedaan asal-usul itu menjelaskan sebagian besar pembahasan berikutnya.
Titik temu keduanya
Pada tahun 1989 McCrae dan Costa meminta orang yang sama mengisi kedua kuesioner, yaitu 267 pria dan 201 wanita yang diambil dari Baltimore Longitudinal Study of Aging dan pasangan mereka, dan menerbitkan hasilnya di Journal of Personality. Setiap skala MBTI ternyata sejalan dengan salah satu dari kelima sifat itu.
- E dan I sejalan dengan ekstraversi.
- S dan N sejalan dengan keterbukaan terhadap pengalaman.
- T dan F sejalan dengan keramahan.
- J dan P sejalan dengan kehati-hatian.
Kecocokannya tidak sama eratnya. Dua yang pertama dekat: korelasi yang mereka laporkan sekitar 0,7, angka yang tinggi untuk dua kuesioner yang ditulis terpisah beberapa dekade oleh orang-orang dengan tujuan berbeda. Orang yang hasilnya introver di satu tes biasanya juga mendapat skor ekstraversi rendah di tes lain.
Dua yang terakhir hubungannya lebih lemah, antara 0,44 dan 0,49. Preferensi Perasaan (F) condong ke arah keramahan dan preferensi Penilaian (J) condong ke arah kehati-hatian, tetapi dengan banyak pengecualian di kedua arah. Studi ini juga menemukan skala J dan P menangkap sedikit keterbukaan, dan para penulisnya mempertanyakan cara skala itu biasa ditafsirkan.
Kesimpulan mereka secara keseluruhan bermata dua. Keempat skala itu memang mengukur aspek nyata dari empat dari lima dimensi utama. Namun, skala-skala itu tidak memilah orang ke dalam tipe yang benar-benar terpisah, dan para penulis berpendapat model lima faktor adalah dasar yang lebih kuat untuk menafsirkan hasil MBTI daripada teori Jung.
Dimensi yang ditinggalkan oleh empat huruf
Empat skala, lima sifat. Yang tidak punya pasangan adalah neurotisisme: seberapa mudah seseorang merasa cemas, putus asa, atau terguncang, dan berapa lama perasaan itu baru reda.
McCrae dan Costa menyebut ketidakhadirannya sebagai celah yang paling mencolok dan menawarkan dua alasan untuk itu. Stabilitas emosional bukanlah bagian dari cara Jung mendefinisikan tipe-tipenya. Selain itu, pembuat tes berpegang pada pandangan bahwa setiap tipe sama berharganya, dan pandangan itu sulit dipertahankan untuk skala yang salah satu ujungnya jelas lebih tidak enak dijalani.
Itu keputusan desain, dengan untung dan ruginya. Untungnya, tidak ada yang malu membagikan hasilnya. Keenam belas deskripsi itu menyanjung, dan inilah salah satu alasan besar huruf-huruf itu menyebar sementara kelima angka tadi tidak. Ruginya, dua orang dengan huruf yang sama persis bisa sangat berbeda dalam hal kestabilan perasaan, dan tidak ada satu kalimat pun di halaman itu yang menyebutnya.
Beberapa tes populer menambal celah itu dengan huruf kelima. Apa arti -A dan -T setelah sebuah tipe membahas dari mana akhiran itu berasal.
Kategori versus posisi
Perbedaan kedua ada pada pelaporannya. Big Five memberimu posisi pada setiap sifat, biasanya sebagai persentil. MBTI mengambil posisi itu lalu hanya melaporkan posisi tersebut masuk separuh yang mana.
Data tidak mendukung pemotongan itu. McCrae dan Costa mencari pola dua puncak yang mestinya muncul kalau memang ada dua kutub yang benar-benar berlawanan, dan tidak menemukannya di satu pun dari keempat skala. Orang tersebar tanpa celah di sepanjang setiap skala. Huruf hanyalah posisi yang sebagian besar informasinya dibuang, dan itulah penyebab mekanis dari keluhan tes ulang yang dibahas dalam mengapa hasilmu berubah.
Namun, kategori punya satu keunggulan: ia berupa nama. "Aku seorang INTP" bisa diucapkan ke orang di seberang meja. "Aku ada di persentil ketiga puluh satu untuk keramahan" tidak.
INTP dalam bahasa Big Five
Coba terapkan pada satu kode. Huruf INTP berarti: lebih rendah pada ekstraversi, lebih tinggi pada keterbukaan, dan, meski hubungannya lebih lemah, juga lebih rendah pada keramahan dan kehati-hatian. Seorang ENTP hanya berbeda pada sifat pertama.
Ada dua catatan kalau membacanya seperti itu. "Lebih rendah pada keramahan" terdengar seperti hinaan dan sebenarnya bukan; maksudnya orang yang akan terus terang bilang bahwa rencanamu ada celahnya. Selain itu, dua terjemahan terakhir bersandar pada korelasi yang lebih lemah, jadi keduanya hanya kecenderungan rata-rata pada banyak orang. Banyak individu INTP yang hangat dan tidak pernah melewatkan tenggat waktu.
Terjemahan itu sama sekali tidak menyinggung sifat kelima. Seorang INTP bisa berada di titik mana pun pada skala itu.
Mana yang sebaiknya dipilih
Itu tergantung untuk apa kamu menginginkan hasilnya.
Jika kamu menginginkan posisi pada setiap sifat, termasuk sifat yang kurang enak didengar, isi kuesioner Big Five. Sebagai alat ukur, inilah yang lebih kuat di antara keduanya. Hanya saja, hasilnya lebih susah dibawa ke obrolan sehari-hari.
Jika kamu menginginkan kosakata yang bisa kamu gunakan dengan orang lain, empat huruf itulah yang sudah dipakai semua orang, dan isinya tidak kosong: empat dari lima sifat ada di sana. Kalau skormu dekat dengan titik tengah, jangan terlalu terpaku pada hurufnya. Apakah MBTI akurat membahas mana yang didukung penelitian dan mana yang tidak.
Keduanya bukan instrumen klinis atau diagnostik, dan skor neurotisisme yang tinggi bukan diagnosis, sama seperti huruf P juga bukan. MBTI adalah merek dagang dari The Myers-Briggs Company, yang tidak punya hubungan dengan situs ini. Aku menjalankannya sendiri dan aku bukan psikolog. Tes di sini melaporkan empat huruf, dan enam belas halaman tipe mendeskripsikan setiap kombinasi, yaitu separuh gambaran yang enak dibicarakan.
Pertanyaan lain yang sering dicari
Apa perbedaan antara MBTI dan Big Five?
MBTI memasukkan orang ke salah satu dari dua kategori di masing-masing dari empat skalanya, lalu melaporkan satu tipe. Big Five melaporkan posisi pada masing-masing dari lima sifat. Empat dari lima sifat itu bertumpang tindih dengan skala MBTI; yang kelima, neurotisisme, tidak ada padanannya di MBTI.
Huruf MBTI mana yang cocok dengan sifat Big Five yang mana?
Dalam perbandingan McCrae dan Costa tahun 1989, E dan I sejalan dengan ekstraversi, S dan N dengan keterbukaan terhadap pengalaman, T dan F dengan keramahan, sedangkan J dan P dengan kehati-hatian. Dua kecocokan pertama sangat dekat dan dua yang terakhir lebih longgar.
Mengapa MBTI tidak mengukur neurotisisme?
McCrae dan Costa memberikan dua alasan: stabilitas emosional bukanlah bagian dari cara Jung mendefinisikan tipe-tipenya, dan pembuat tes berpendapat bahwa setiap tipe sama berharganya, padahal pandangan itu sulit dipertahankan untuk sifat yang salah satu ujungnya jelas lebih tidak enak.